Nyongkolan Ritual Kebudayaan Suku Sasak
Nyongkolan Ritual Kebudayaan Suku Sasak, Lombok
Nyongkolan adalah sebuah tradisi lokal suku Sasak, Lombok. Sepasang pengantin di arak beramai-ramai seperti seorang raja menuju rumah/kediaman sang pengantin wanita. Arak-arakan ini selalu diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta diramaikan dengan beraneka tetabuhan alat musik tradisional dan kesenian khas suku Sasak, seperti gamelan, kelompok penabuh rebana, atau disertai gendang beleq. Tujuannya agar para warga sekitar mengetahui bahwa pasangan pengantin tersebut sudah menjadi sepasang suami istri yang sah. Menurut kepercayaan lama yang masih berkembang dan turun temurun, jika tradisi nyongkolan tidak digelar setelah prosesi akad nikah sang pengantin, maka rumah tangga pengantin tersebut tidak akan bertahan lama atau keturunan dari pasangan pengantin ini biasanya akan terlahir dalam kondisi cacat fisik.
Namun prosesi nyongkolan kini sering kali menyimpang dari tata krama budaya luhur adat sasak yang sejatinya. Pergeseran budaya seolah tak dapat dihindari sehingga menggerus nilai-nilai sakral dalam ritual adat itu sendiri. Dengan pergeseran nilai budaya itu, banyak masalah kemudian timbul. Tidak hanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat namun juga cenderung nyongkolan dianggap sebagai budaya serampangan tanpa nilai. Alat musik asli gendang beleq mulai ditinggalkan, masyarakat kini sebagian besar menggunakan kecimol (kelompok drum). Tidak jarang para pemuda pemudi berjoget di depan kecimol bahkan anak-anak juga ikut serta. Terkadang nyongkolan juga diikuti oleh aksi brutal para penjoget karena mereka dipengaruhi oleh minuman alkohol yang mereka minum sebelum berangkat nyongkol. Belum lagi meninggalkan waktu shalat karena dilaksanakan sebelum ashar dan berakhir sampai maghrib. Jika nyongkolan adalah ajang untuk silaturahmi dan untuk menyiarkan pasangan pengantin, maka kembalikanlah pada posisinya yang benar yang sesuai dengan ajaran islam itu sendiri. Mengutip pendapat dari H. Lalu Lukman di dalam bukunya Tata Budaya Adat Sasak di Lombok mengenai adat istiadat, beliau berpendapat bahwa adat dalam kebudayaan sasak tidak terlepas dari pengaruh agama, khususnya agama Islam yang dianut oleh mayoritas suku sasak. Adat harus tunjang menunjang dengan agama yang memunculkan falsafah yang sangat dalam yakni, “adat gama” dan “adat krama”. Antara adat gama dan adat krama tidak boleh saling bertolak belakang, harus seiring sejalan, selangkah seayun seiya sekata agar terwujud budaya sasak yang harmonis dan seimbang menuju masyarakat sasak yang religious, maju, dan berbudaya. Demikian halnya dengan dengan tradisi nyongkolan, pada hakikatnya tradisi nyongkolan dihajatkan untuk menjalankan ruh agama itu sendiri. Perlu diingat dalam pelaksanaan nyongkolan dilakukan dengan tertib dan teratur dengan tidak melanggar norma adat dan agama. Inilah hakikat nyongkolan yang dihajatkan oleh tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat sasak yang cinta akan budayanya. Dengan nyongkolan dapat:
Memunculkan karakter untuk ikhlas meminta maaf dan memaafkan, antara pengantin dan keluarga terutama kepada orang tua
Mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi
Kebersamaan, dengan adanya tradisi nyongkolan tersebut akan menumbuhkan perasaan saling membantu untuk menyelesaikan prosesi adat nyongkolan
Kepedulian kepada orang lain, dalam hal ini nyongkolan dilaksanakan dengan cara tertib, teratur, dan rapi agar tidak mengganggu orang lain.
* Sumber: Dari beberapa blog
Unik
BalasHapusIya, budaya di lombok memang unik-unik
HapusUnik
BalasHapustradisi yang sangat unik, semoga tetap berkembang di tengah era globalisasi ini
BalasHapusItu harapan kita sebagai generasi penerus untuk tetap melestarikan budaya daerah kita
HapusNyongkolan? Hemmmm ya ya ya pnjelasn yang cukup
BalasHapusNyongkolan? Hemmmm ya ya ya pnjelasn yang cukup
BalasHapusIya, jadi nyonhkolan ini adalah budaya di daerah saya (lombok),
HapusJadi pengin nyongkolan wkwkwk
BalasHapusWkwkkw kalok sudah siap lahir bathin bisa bro, nyongkoln sama pujaan, hee
BalasHapusMenarik, jadi nambah wawasan mengenai ngongkolan adat sasak. Makasih sangat bermanfaat.
BalasHapusAs a native of lombok we should keep our culture in order it can be saw by our next generation
BalasHapusYup i think so bro
Hapussipppp
HapusLuar biasa... dpt menambah wawasan.... kembngkan...
BalasHapusOke,
BalasHapusSeperti yang saya ketahui bahwa nyongkolan memang seperti itu tetapi, kita bisa ambil dari segi positifnya saja.
BalasHapusSeperti yang saya ketahui bahwa nyongkolan memang seperti itu tetapi, kita bisa ambil dari segi positifnya saja.
BalasHapusSeperti yang saya ketahui bahwa nyongkolan memang seperti itu tetapi, kita bisa ambil dari segi positifnya saja.
BalasHapusBetul sekli, kita sbgai warga suku sasak harus mewariskan budaya yang memang sudah di turunkan oleh nenek moyang kita, dan melhat kemajuan saat ini, kita harus memiliki pondasi dan memfilterasi budaya yang sesuai
BalasHapusSemoga budaya nyongkolan tetap dilestarikan oleh suku Sasak. Mari cintai budaya sendiri 😊😊
BalasHapusSemoga budaya nyongkolan tetap dilestarikan oleh suku Sasak. Mari cintai budaya sendiri 😊😊
BalasHapusMantap...
BalasHapusSunggu beragam tradisi yg di miliki olek suku Saksa. Namu sangat di sayangkan trdisi nyongkalan sekrang sudah di cemarkan oleh hal-hal yg negatif..
BalasHapusBetul skli, miris memang melihat budaya nyongkolan saat ini, namun tidak semua seperti ini, maka dari itu kita sebagai penerus harus tau dengan jelas dan benar mana yang memng warisan leluhur,
BalasHapusSemoga tradisi nyongkolan ini tetap eksis
BalasHapusNyongkolan merupakan salah satu tradisi sasak yg pling menonjol dan sdah turun tmurun, sudah spatutnya kita menjaga dan melestarikannya. Salam budaya✋
BalasHapusSetahu saya nyongkolan merupakan salah satu dari serangkaian prosesi merarik suku Sasak. Yang diawali dengan MBAIT yaitu perjanjian calon kedua mempelai untuk menikah. Dimana proses ini dilakukan saat ba'da solat magrib dan sebelum solat isa. Bagaimana penjelasan mimin?
BalasHapusBetul sekli, nyongkolan adalah slah satu diantaranya, tapi disini saya hanya mengangat tentang nyongkolan, karena menurut saya ini adalah hal yang unik untuk di bahas, melihat kondisi budaya kita saat ini pengaruh dari kemajuan zaman
Hapusmembuat budaya yang alami sedikit berkolaborasi. Mari kita jaga budaya pure kita, yang memang warisan leluhur
HapusMenarik!
BalasHapusTapi sya penasaran prosesi nyongkolan tersebut, apakah ada tahap2 tertentu dalam prosesinya sebelum sampai tahap nyongkolan? Krena sepertinya ini adalah sesuatu yg menarik utk dibahas terkait adat istiadat daerah lombok, pembaca butuh mengetahui informasi mengenai suatu pembahsan secara menyuluruh.
Iya, setau saya prosesi sebelum nyongkolan cukup bnyak, berhubung saya belum tau jelas Bagaimna prosesi yang di lkukan,
HapusGan bisa lihat di sini
http://sasakculture.blogspot.co.id/2013/01/nyongkolan-dan-begawe-beleq-tradisi.html?m=1
Untuk lebih jelasnya
Sangat menarik dan memberikan informasih tentang kebudayaan sasak
BalasHapusAlhamdulillah, kita sama sama berbagi, tetap kunjungi blog ini yaaa minn
BalasHapussangat berfaedah.
BalasHapusditunggu posingan selanjutnya
Terimakasih, iya Inshaa Allah postingan selanjutnya sedang proses,
Hapusunik dan menarik
BalasHapusMerarik memang banyak yg salah dalam mengartikannya..😂😂
BalasHapusSemoga keaslian tradisi nyongkol ini tidak terkikis jaman 👍
BalasHapusSemoga keaslian tradisi nyongkol ini tidak terkikis jaman 👍
BalasHapuspengen deh lihat nyongkolan yang rapi dan teratur, tidak seperti nyongkolan sekarang ini....
BalasHapusTul sekali, sudah jarang dan bahkan pudar, harapan kedepan kita sebagai generasi untuk bisa mengembalikan keasrian budaya kita
HapusNyongkolan benar2 memiliki sebuah makna bagi orangtua perempuan. Orangtua pengantin wanita akan merasa anak mereka sangat terhormat.
BalasHapussemangat lestarikan budaya nya.
BalasHapuspostingan yang sangat bagus dan menarik
BalasHapusWOW
BalasHapussebagai orang sasak, apakah patut kita lestarikan nyongkolan yang sekarang, jika kita lihat banyak sekali hal negativ terajdi nyongkolan yg sekarang.. seperti banyak terjadi pertumpahan darah, rusuh dengan polisi bahkan sampai terjadi kematian.
BalasHapustradisi yang hsrus dipertahankan serta harus diluruskan pandangan masyarakat tentang nyongkolan yang sebenarnya
BalasHapuskabarkan yang sebenarnya tentang nyongkolan. semangat penulis... :)
BalasHapus